Categories
Produk Pilihan

Kaos Motor dan Cara Mencegah Kerusakannya

Saat berkendara biasanya pengendara sepeda motor memilih kaos untuk dikenakan di dalam jaket motor. Karena jaket motor pada umumnya berbahan tebal agar bisa melindungi tubuh dari terpaan angin dengan baik, maka untuk pakaian di dalam jaket dipilih pakaian yang bahannya adem dan mudah menyerap keringat. Sehingga saat berkendara bisa tetap adem dan nyaman. 

Untuk berkendara sehari-hari, bisa memakai kaos dengan model dan warna apa saja, sesuai dengan selera masing-masing. Tapi saat sedang touring atau sekedar berkumpul dengan teman-teman dari klub motor, biasanya pengendara motor akan memilih kaos berwarna gelap. Kaos yang dipakai untuk berkendara motor ini biasanya tidak digunakan untuk acara lainnya.  

Yuk, Kenali Kerusakan yang Sering Terjadi pada Kaos Motor 

Beberapa pecinta sepeda motor sangat memperhatikan penampilan mereka saat sedang berkendara, apalagi saat sedang bertemu dengan rekan klub motornya. Karena itu, tak jarang yang membeli kaos untuk bersepeda motor dengan harga yang cukup tinggi. Tapi jika tidak dirawat dengan baik, kaos yang harganya mahal pun bisa mudah rusak. Apa saja kerusakan yang biasa terjadi pada kaos yang digunakan untuk bersepeda motor? Yuk, simak beberapa contohnya di bawah ini: 

1. Warna Pudar 

Kebanyakan pengendara sepeda motor suka dengan warna kaos yang gelap untuk dikenakan saat berkumpul bersama teman sesama pecinta motor. Kaos warna hitam atau abu-abu bisa berubah menjadi pudar atau kusam, sehingga tampak lusuh meskipun baru dicuci. Ini bisa terjadi karena dipakai terlalu lama di bawah sinar matahari, cara mencuci yang salah, atau karena cara menjemur yang salah.  

2. Leher Melar 

Saat baru dibeli, leher kaos biasanya berbentuk bulat atau V sempurna. Tetapi setelah dicuci beberapa kali, leher kaos bisa melar. Jika sudah melar, tentu saja tidak terlihat bagus saat dipakai. Ini bisa dikarenakan teknik menjemur yang salah dengan hanger.  

3. Kaos Melar 

Selain bagian lehernya yang melar, bagian badan kaos juga bisa melar. Sehingga jika dipakai bentuknya jadi tidak beraturan.  

4. Ada Spot yang Memudar 

Pudarnya warna kaos bisa terjadi pada seluruh bagian kaos, tapi ada juga yang memudar warnanya hanya pada spot atau area tertentu. Tentu ini membuat kaos jadi tak sedap dipandang, apalagi kalau warnanya gelap. 

5. Robek 

Masalah yang juga sering terjadi pada kaos adalah robek. Penyebabnya bisa beragam. Mulai dari tersangkut resleting jaket motor, tersangkut benda tajam lainnya, atau tersangkut mesin cuci. 

Cara Mencegah Rusaknya Kaos Motor  

Agar kaos motormu bisa tahan lama, ikuti langkah-langkah berikut ini: 

1. Jangan Gunakan Kaos Terlalu Sering 

Kenakan kaos ini hanya untuk aktivitas naik motor bersama teman-teman pecinta motor saja. Jadi kaos bisa lebih tahan lama. 

2. Cuci dengan Tangan 

Jika tidak ada noda yang membandel, sebaiknya cuci kaos dengan tangan saja. Tidak perlu mengucek terlalu keras atau menyikat kaos. Ini bisa menyebabkan kaos jadi longgar dan timbul area yang pudar. 

3. Jangan Gunakan Hanger Saat Kaos Basah 

Saat hendak menjemur, sebaiknya tidak usah memakai hanger. Karena proses memasukkan hanger bisa membuat leher kaos melar.  

Kaos motor memang mudah mengalami kerusakan, apalagi jika tidak dirawat dengan baik. Sebaiknya ikuti langkah-langkah di atas agar kaosmu bisa tahan lama dan terjaga kualitasnya. 

Categories
Produk Pilihan

Kacamata Motor & Kerusakan Motor Yang Sering Terjadi

Saat mengendarai sepeda motor, mau tidak mau pengendara harus menerjang angin. Saat bertiup, angin membawa berbagai partikel di dalamnya yang kebanyakan merupakan kotoran. Mulai dari debu, pasir, abu sisa pembakaran, serangga, dan berbagai partikel kecil lainnya. Sudah pasti berbagai partikel ini akan beradu langsung dengan tubuh kita. Jika tidak menggunakan pelindung seperti masker dan kacamata, berbagai kotoran ini akan langsung terkena kulit dan mata kita. Yuk gunakan kacamata motor terbaik untuk lengkapi liburan.

Tapi jangan kuatir, ada berbagai perangkat yang bisa digunakan untuk melindungi mata saat sedang mengendarai sepeda motor. Kamu bisa memakai helm dengan pelindung depan atau cara lainnya adalah dengan menggunakan kacamata khusus bagi pengendara sepeda motor. Baik yang berwarna transparan maupun warna gelap, keduanya sangat baik untuk melindungi mata.  

Apa Saja Kerusakan yang Sering Terjadi pada Kacamata Motor? 

Setiap barang harus dirawat dengan baik agar tidak cepat rusak dan lebih tahan lama. Sama halnya dengan kacamata. Jika tidak dirawat, tak terlepas kemungkinan kacamata akan rusak. Meskipun bisa juga kacamata rusak tanpa disengaja. Namun dengan merawatnya, setidaknya kita meminimalisir terjadinya kerusakan. Jenis kerusakan apa saja yang sering terjadi pada kacamata khusus sepeda motor? 

1. Kacamata Patah 

Entah pada bagian tangkai pengaitnya atau bagian tengah kacamata, kerusakan yang sering terjadi adalah bengkok hingga patah. Apalagi kalau jenis kacamata tersebut bukan goggle, melainkan yang tipis seperti kacamata pada umumnya. Kacamata jenis goggle jarang mengalami masalah ini karena biasanya bahannya lebih kuat dan tebal. 

2. Lensa Tergores 

Hal ini juga sangat sering terjadi. Biasanya karena penyimpanan yang kurang hati-hati, diletakkan sembarangan, cara membersihkan yang salah, atau beradu langsung dengan benda keras. Kalau lensa sudah terlanjur tergores, pasti pandangan saat menyetir malah jadi tidak nyaman. Jika goresan dirasa sudah sangat mengganggu, sebaiknya kacamata tersebut tidak digunakan lagi. Atau kalau bisa, ganti bagian lensanya saja. 

3. Lensa Pecah 

Kalau lensa sudah pecah, pasti sudah tidak bisa digunakan lagi. Harus mengganti kacamata dengan yang baru atau ganti lensanya. Penyebab lensa pecah sebenarnya sama saja dengan lensa tergores.  

4. Lapisan Lensa Terkelupas 

Pada beberapa jenis kacamata khusus sepeda motor terutama yang jenis goggle, terdapat lapisan anti fogging pada lensanya. Tetapi lapisan ini bisa hilang kalau dibersihkan dengan cara yang salah, misalnya dengan jari, lap, atau handuk. 

5. Lensa Berbercak dan Tidak Bisa Hilang 

Setelah membersihkan lensa dengan sabun, kadang muncul noda bekas sisa sabun yang tidak bisa dihilangkan. Noda ini malah mengganggu pandangan mata. 

Bagaimana Cara Menghindari Kerusakan pada Kacamata Motor? 

Untuk menghindari kerusakan, yuk ikuti beberapa tips di bawah ini: 

1. Simpan Kacamata dengan Baik 

Sering kali kita meletakkan kacamata begitu saja di sembarang tempat. Daripada kacamata terbentur, jatuh, atau kedudukan, lebih baik simpan di tempat khusus. Jadi kacamata akan terhindar dari bengkok, tergores, retak, bahkan pecah. 

2. Cuci dengan Air Dingin 

Kalau kacamata khusus motor milikmu kotor, sebaiknya tidak membersihkannya dengan lap apalagi jari. Langsung siram dengan air dingin tanpa menggunakan sabun. 

3. Keringkan dengan Alami 

Begitu juga saat mengeringkan, tidak perlu menggunakan lap atau handuk karena akan menimbulkan goresan. Biarkan kacamata mengering dengan sendirinya. 

Ternyata tidak sulit cara menghindari kerusakan pada kacamata motor, bukan? Ikuti tipsnya yuk agar kacamatamu tahan lama. 

Categories
Produk Pilihan

Jaket Motor dan Cara Mencegah Kerusakannya

Masalah apa yang paling sering dihadapi oleh pengendara sepeda motor? Ada 3 masalah besar, yaitu polusi udara, angin kencang, dan teriknya sinar matahari. Untuk menghindari debu dan polusi udara dihirup langsung oleh hidung dan masuk ke dalam sistem pernapasan adalah dengan cara menggunakan masker. Sementara untuk menghindari terpaan angin kencang dan sinar matahari yang terik bisa mengenakan jaket khusus bagi pengendara motor. 

Jaket khusus pengendara sepeda motor ini berbeda dari jaket pada umumnya. Pada umumnya terdapat lapisan pelindung di beberapa bagian jaket, seperti di punggung bahu, dan siku. Jaket khusus motor juga biasanya lebih tebal dan bobotnya lebih berat. Tapi bukan berarti jaket ini tidak bisa rusak. Apa saja kerusakan yang sering terjadi pada jaket sepeda motor? 

Ini Dia Kerusakan yang Sering Terjadi pada Jaket Motor 

Meski tebal dan terbuat dari bahan yang kuat, jaket khusus pengendara sepeda motor juga bisa rusak. Ini dia beberapa kerusakan yang biasa terjadi pada jaket motor: 

1. Lapisan Pelindung Rusak 

Lapisan pelindung yang terletak di beberapa bagian jaket bisa rusak. Jika sudah rusak, maka fungsinya jadi tidak optimal lagi. Tentu lapisan ini bisa dilepas, tapi jaket sepeda motor jadinya hanya terasa seperti jaket biasa yang tidak memiliki pelindung. 

2. Terkelupas 

Beberapa jaket khusus motor ada yang terbuat dari bahan kulit sintetis. Bahan ini rentan mengelupas, apalagi kalau bahan yang dipakai kualitasnya rendah. Penyebabnya bisa jadi karena cara mencuci yang tidak tepat, menjemur terlalu lama di bawah sinar matahari, atau karena termakan usia. 

3. Warna Pudar 

Terutama jika sering mengendarai sepeda motor di siang hari saat sinar matahari sedang sangat terik, lama-kelamaan warna jaket bisa memudar. Kebiasaan menjemur dan meninggalkan jaket di bawah sinar matahari langsung dalam waktu sangat lama juga bisa berakibatkan memudarkan warna jaket. 

4. Robek 

Bahan kain tidak terlepas dari kemungkinan robek jika tersangkut benda yang cukup tajam, sudah lama masa pakainya, atau saat jatuh dan bersentuhan langsung dengan aspal. 

Cara Mencegah Rusaknya Jaket Motor 

Agar lebih tahan lama, pemiliknya memang harus rajin merawat jaket. Bagaimana cara merawat jaketnya yang baik dan tepat? Ikuti beberapa tips di bawah ini: 

1. Cuci Saat Sudah Kotor 

Karena cenderung tebal dan berat bobotnya, banyak pengendara motor yang malas mencuci jaketnya hingga lama. Sebaiknya cuci jaket setelah 3-4 kali pemakaian. 

2. Perhatikan Instruksi Pencucian 

Di bagian dalam jaket biasanya terjahit instruksi pencucian. Ikuti cara ini agar tidak salah langkah dan malah merusak jaket. 

3. Lepas Lapisan Pelindung 

Sebelum mulai mencuci, lepas dulu semua lapisan pelindung agar tidak merusak jaket saat dicuci. 

4. Cuci dengan Tangan 

Sangat disarankan untuk mencuci jaket dengan tangan agar lebih tahan lama. Meskipun jika terpaksa tidak masalah mencuci dengan mesin cuci. 

5. Jemur dengan Tepat 

Setelah dikeringkan dengan mesin, gantung jaket dengan bantuan hanger baju. Lalu jemur di bawah sinar matahari. Jika matahari terlalu terik, jemur sebentar saja agar tidak memudarkan warna jaket. 

6. Gantung Jaket 

Setelah kering, simpan jaket dengan cara menggantungnya dengan hanger baju dan simpan di suhu ruangan. Usahakan untuk tidak melipat jaket. 

Tidak sulit bukan cara merawat jaket agar lebih tahan lama. Hindari kerusakan jaket dengan mengikuti tips di atas, yuk. 

Categories
Produk Pilihan

Masker Motor dan Cara Mengatasi Kerusakan Umum

Kalau setiap hari harus naik sepeda motor dalam jarak jauh, pastinya harus bisa membuat suasana berkendara yang senyaman mungkin. Apalagi kalau jalur yang dilalui rawan kemacetan. Tentu saja polusi udara yang diakibatkan berbagai kendaraan di sekeliling, mobil, motor, bus, dan lain-lain, semakin parah saja. Terkadang asap dan debu ini juga menimbulkan bau yang kurang sedap. Mau bagaimana lagi? Jalanan ini harus dilalui. Karena itu wajib berkendara dengan peralatan pendukung yang lengkap. Yuk gunakan masker motor terbaik untuk lindungi kamu saat berkendara.

Salah satu yang wajib digunakan saat ini adalah masker. Meski tampak sepele, melalaikan penggunaan masker bisa berbahaya bagi kesehatan, loh. Kulit wajah akan terpapar langsung dengan sinar matahari, polusi, debu, dan kotoran akan langsung dihisap dan masuk ke dalam sistem pernapasan. Hindari bahaya sinar matahari dan polusi dengan menggunakan masker. Kamu bisa memilih masker khusus untuk pengendara motor atau masker kain.

Ini Dia Kerusakan yang Biasa Terjadi pada Masker Motor

Jika digunakan secara berulang-ulang, tentu saja masker berpotensi rusak. Apa saja sih kerusakan yang sering terjadi pada masker motor?

1. Lapisan Karbon Rusak

Masker khusus bagi pengendara sepeda motor saat ini ada yang bahannya terbuat dari kain kasa atau filter karbon. Ini adalah bahan yang serupa dengan bahan pembuatan filter udara mobil. Jadi daya seringnya dijamin sangat kuat, karena pori-porinya sangat kecil. Biasanya di dalamnya ada kandungan karbon yang berfungsi menyaring debu dan kotoran agar tidak terhirup masuk ke hidung dan sistem pernapasan. Lapisan karbon ini bisa bertahan hingga 6 bulan pemakaian jika dirawat dengan baik. Tapi jika tidak dirawat, maka lapisan di dalamnya bisa rusak dan fungsi masker jadi tidak optimal lagi.

2. Robek

Baik itu masker khusus motor ataupun masker kain, keduanya berpotensi robek. Penyebabnya bisa beragam. Entah karena sudah terlalu lama dipakai, dicuci terlalu keras, atau tersangkut benda yang cukup tajam. Masker yang pada umumnya terbuat dari kain atau bahan lainnya yang rentan robek memang akan sangat mudah rusak kalau sampai tersangkut.

3. Pengait Longgar atau Putus

Masker ada yang memiliki pengait telinga, ada yang pula yang dikaitkan ke belakang kepala. Bagian pengait masker ini juga bisa mengalami kerusakan. Bisa karena pemakaian yang terlalu lama atau tersangkut saat dicuci atau dibawa-bawa. Sebaiknya langsung ganti masker jika pengaitnya sudah rusak. Jika ingin masker yang praktis tanpa pengait, bisa juga pilih masker full face yang bentuknya seperti topeng ninja.

Cara Merawat Masker Motor Agar Tidak Mudah Rusak

Ya, setiap perangkat sepeda motor juga harus dirawat agar bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama. Cara merawat masker berbeda-beda tergantung bahannya. Ini dia beberapa cara merawat masker motor:

1. Masker dari Kain Kasa atau Filter Karbon

Masker khusus pengendara sepeda motor yang terbuat dari kain kasa atau filter karbon membutuhkan penanganan yang berbeda dari masker kain biasa. Bahan ini sangat tidak dianjurkan untuk dicuci. Di dalam bahan tersebut ada lapisan karbon yang fungsinya untuk menyaring udara. Jadi jika masker kotor, sebaiknya diangin-anginkan saja dengan cara dijemur atau dengan bantuan kipas angin dan pengering rambut.

2. Masker Kain

Sebaiknya langsung cuci masker kain setelah dipakai dengan air panas dan deterjen untuk membunuh kuman. Lalu keringkan dengan mesin pengering dan dijemur.

Rawat masker motormu dengan tepat agar tahan lama dan fungsinya bisa berjalan optimal.

Categories
Produk Pilihan

Sarung Tangan Motor & Berbagai Kerusakan Yang Terjadi

Bagi kamu yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari dengan mengendarai motor, sarung tangan motor menjadi satu perlengkapan yang tak boleh tertinggal. Pasalnya sarung tangan ini memiliki berbagai fungsi yang yang bisa dibilang vital, mulai dari melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung yang membuatnya terbakar hingga mencegah kulit terkena goresan alias untuk alasan keamanan berkendara.

Di samping itu, kamu bisa menggunakan item ini sebagai bagian dari gaya berkendara ketika di jalan. Tergantung dari jenis bahan yang kamu pilih, kesan tertentu bisa kamu dapatkan. Sayangnya, sarung tangan motor kesayanganmu ini ternyata rentan terhadap berbagai kerusakan, lho. Penyebabnya bisa beragam pula, faktor cuaca, ketahanan bahan hingga kesalahan dalam melakukan perawatan. Kira-kira kerusakan macam apa ya, yang mengintai sarung tangan yang kamu gunakan sehari-hari? Yuk, simak informasinya berikut:

  1. Lapisan Pelindung yang Retak atau Hilang

Salah satu bahan sarung tangan yang paling banyak digunakan dan digemari oleh pengendara motor adalah polyester. Material ini memiliki karakteristik mudah dibersihkan, ketebalannya pas, dan fleksibel sehingga nyaman digunakan untuk jangka panjang. Biasanya, sarung tangan polyester ini memiliki protector atau pelindung yang terbuat dari karet dengan tujuan membuat genggaman tanganmu lebih kesat dan rapat pada setir motor sehingga tidak selip. Nah, bagian inilah yang rentan mengalami kerusakan.

Meskipun kuat dan ulet, karet pelindung ini bisa retak, sobek atau bahkan terlepas dari permukaan sarung tangan salah satunya karena kesalahan dalam perawatan. Untuk merawat atau membersihkan sarung tangan, kamu tidak boleh menyikatnya terlalu keras apalagi menggunakan sikat berbulu kasar. Atau jika tidak, kamu pun tak disarankan untuk menguceknya dengan kekuatan penuh sebab berpotensi membuat lapisan pelindung ini rontok. Memang sih, ketahanan protektor juga dipengaruhi oleh kualitasnya. Namun sebagai pengguna yang baik, sebaiknya kamu memahami dan melakukan cara perawatan yang benar.

  1. Permukaan yang Kaku Hingga Mengelupas

Kerusakan macam ini kerap terjadi pada sarung tangan berbahan kulit, baik asli maupun imitasi. Sarung tangan kulit memiliki beberapa kelebihan, termasuk di dalamnya berbahan tebal dan kuat serta hangat saat digunakan. Jenis sarung tangan ini cocok digunakan oleh kamu yang sering berkendara jauh menembus cuaca dingin. Sayang sekali jika proteksi yang diberikan oleh sarung tangan motor ini tak bisa kamu rasakan dalam waktu lama tiba-tiba saja permukaanya menjadi kaku, tidak elastis, bahkan mengelupas yang membuatnya terlihat menyedihkan. Ya, bahan kulit memang membutuhkan perawatan ekstra.

Jika di jenis sebelumnya kamu tak disarankan untuk menyikat permukaan sarung tangan, maka untuk bahan kulit kamu tidak boleh merendamnya apalagi dengan detergen yang kuat! Hal ini bisa membuat bahan kulit kehilangan kelenturan dan kelembabannya dan inilah yang menyebabkan permukaannya kaku serta lambat laun mengelupas. Kabar baiknya, kamu bisa meminimalkan kerusakan ini dengan menggunakan sabun bayi untuk mencucinya serta membalurkan baby oil atau kondisioner khusus untuk melembabkannya.

  1. Bau tak Sedap

Bau tak sedap pada sarung tangan bisa terjadi bahkan ketika kondisinya bersih dan baru dicuci. Penyebabnya bisa jadi proses pengeringannya yang tidak sempurna atau memang merupakan bagian dari karakteristik bahan tersebut. Oleh karena itu, pastikan bagian luar dan dalam sarung tangan kering sempurna. Khusus bahan kulit, terik matahari bisa merusak tekstur bahannya sehingga lebih baik mau mengeringkannya di tempat teduh yang terkena hembusan angin.

Meskipun berbagai jenis kerusakan di atas mengintai sarung tangan motormu, setidaknya sekarang kamu juga tahu bagaimana menanganinya sehingga kerusakan tersebut bisa diminimalkan.

Categories
Produk Pilihan

Spion Motor & Kerusakan yang Perlu Kamu Hindari

Menjaga keutuhan spion motor merupakan perawatan yang wajib kamu perhatikan. Spion sangat kamu butuhkan untuk menghindari bencana atau kemungkinan terburuk saat sedang berkendara. Sama pentingnya dengan komponen penting motor lainnya, kamu juga harus memperhatikan kondisi spion motor. Spion sangat dibutuhkan untuk memantau pengendara lain dibelakangmu, atau antisipasi pada situasi apapun. Tidak memiliki spion dalam kondisi baik ibarat kamu buta saat berkendara. Berikut beberapa faktor kerusakan pada spion yang wajib kamu hindari.

1. Baut dan Mur yang Longgar.

Baut dan mur yang longgar pada bagian spion akan membuat spion berputar sesukanya. Hal ini pastinya akan sangat mengganggu kegiatan berkendara. Spion harus dalam keadaan serat, namun tidak terlalu serat karena kamu juga harus menyesuaikannya sekali-kali. Ketika baut dan mur longgar, segera ganti untuk spion yang stabil kembali. Kamu juga bisa kena denda jika ada rahasia dan spion kamu tidak berfungsi dengan baik.

2. Tabrakan atau Gesekan Saat sedang Parkir Motor.

Tabrakan pada posisi tertentu bisa menyebabkan spion bengkok bahkan pecah. Selain tabrakan dengan pengendara lain, ceroboh saat parkir juga bisa membuat spion rusak. Entah itu spion motor kamu atau bisa jadi spion pengendara lain. Oleh karena itu, waspada dan fokus saat berkendara amatlah penting. Masih untung jika spion saja yang rusak, kemungkinan buruk bisa terjadi jika kamu menyepelekan keamanan berkendara, salah satunya dengan mengabaikan kaca spion.

3. Jangan Hanya Pasang Spion pada Satu Sisi.

Tiba-tiba salah satu kaca spion kamu rusak, akhirnya kamu memutuskan hanya menggunakan satu spion saja. Tindakan ini juga melanggar hukum peraturan lalu lintas. Memang merepotkan tapi ada baiknya tidak berkendara dengan sepeda motor satu spion saja. Mungkin bisa asal jangan ke jalan besar, segera beli spion baru atau perbaiki spion jika kerusakannya tidak parah. Berkendara dengan satu spion juga sangat berbahaya. Sisi kanan maupun kiri memiliki titik penting untuk diperhatikan pengendara. Satu spion saja hilang, sama saja kamu seperti kehilangan penglihatan saat berkendara.

4. Ganti dengan Aksesoris Spion Original.

Ketika spion motor kamu rusak, usahakan ganti dengan suku cadang asli motor. Ada banyak jenis spion merk universal yang bisa kamu temukan di pasaran. Beberapa cukup menggoda karena desainnya yang eksentrik dan pilihan warna mencolok yang beragam. Namun, jika kamu memikirkan sepeda motormu sebagai investasi, menjaga orisinalitas motor amatlah penting. Menggunakan spion yang tidak asli lagi akan menurunkan harga jual motor. Karena motor kamu akan setara dengan motor bongkar pasang. Kamu bisa beli spion asli di toko suku cadang besar atau service bengkel resmi merk motor kamu.

5. Pemasangan Spion yang Kurang Tepat.

Masalah pada spion yang paling sering terjadi adalah posisi spion yang tidak stabil. Hanya dengan getaran sedikit saja langsung bergerak dan harus diatur kembali. Hal ini bisa merusak konsentrasi mengendarai. Selain baut dan mur yang longgar, ada kemungkinan kamu tidak memasang dengan sempurna. Pastikan ujung bawah spion masuk dalam lubang yang ada dalam motor, kemudian putar hingga serat normal, namun masih bisa digerakan. Tidak memasang spion dengan benar juga bisa membuat spion mudah jatuh dan semakin rusak.

Itu tadi berbagai penyebab kerusakan atau masalah pada spion. Merawat spion sebetulnya termasuk paling mudah. Identifikasi kerusakannya juga mudah untuk segera diatasi. Namun jangan disepelekan, segera perbaiki spion motor ketika terjadi masalah atau kerusakan.

Categories
Produk Pilihan

Mur Motor & Cacat Kerusakan Yang Sering Terjadi

Mur Motor mungkin merupakan item kecil pada motor, namun dibutuhkan oleh banyak komponen besar pada motor. Mur biasanya berpasangan dengan baut, menyatukan komponen esensial pada kerangka motor. Mur dan baut juga membutuhkan perawatan. Jika kamu malas melakukan perawatan, mur bisa mengalami cacat atau rusak. Masalah pada mur bisa mempersulit kamu dalam memodifikasi dan perawatan motor secara umum. Berikut berbagai macam kerusakan yang bisa terjadi pada mur kendaraan yang perlu kamu antisipasi sebelum terjadi.

1. Noda yang Mengeras dan Tidak Dibersihkan.

Salah satu bagian dengan mur dan baut yang paling perlu diperhatikan adalah pada bagian roda motor. Dekat dengan tanah dengan berbagai medan, mur motor kerap kotor, apalagi ketika melewati medan berlumpur. Sekalipun kamu cuma keliling kota setiap hari, berbagai jenis debu, kotoran, bercampur dengan minyak motor juga bisa menyebabkan tumpukan kotor pada baut motor. Ketika kamu mengabaikan keadaan kotor pada mur dan baut, semakin lama noda akan mengeras. Hal ini akan menyusahkan kamu ketika hendak melepas baut, misalnya untuk ganti roda.

2. Tidak Diberi Penetran Secara Berkala.

Melumasi baut dan mur penetran merupakan salah satu metode perawatan yang dapat menjaga kualitas komponen. Sama halnya dengan memberi oli pada mesin dan rantai motor. Penetran akan membentuk lapisan pada baut dan mur, menghindari proses pengaratan cepat pada komponen tersebut. Jika kamu tidak terlalu memperhatikan perawatan penetran pada baut dan mur, maka akan butuh waktu lebih cepat bagi komponen ini mengalami karatan.

3. Karat, Karena Kendaraan Tidak Pernah Digunakan.

Karat juga bisa muncul pada kendaraan motor yang tidak pernah digunakan. Mungkin kamu punya motor keluaran lawas yang belum juga kamu jual. Lama tak digunakan dan diparkir saja di rumah bisa mempermudah proses karatan. Sama halnya dengan komponen motor lainnya, jika tidak pernah digunakan maka akan bermasalah bahkan rusak. Jika kamu punya motor nganggur di rumah, usahakan tetap lakukan perawatan rutin dan dipakai sekali-kali agar tidak rusak dan harga jualnya tetap stabil.

4. Memasang Baut dan Mur dengan Tidak Tepat.

Kerusakan pada mur bisa terjadi ketika kamu memasang dengan cara yang tidak tepat dan kurang teliti. Sebagai komponen yang kecil, kamu harus memperhatikan pemasangan baut dan mur dengan benar. Gunakan kunci yang benar, dan putar dengan normal menggunakan tangan. Jangan dipaksa jika baut atau kunci tidak pas. Beberapa orang bahkan punya kebiasaan menginjak dengan kaki dan memukul baut agar masuk secara paksa.Perhitungan yang salah dari awal tidak akan menyatukan komponen dengan rekat. Hal ini juga bisa menimbulkan kerusakan pada komponen motor lainnya.

5. Menggunakan Baut dan Mur Bekas.

Hindari kebiasaan mengoleksi baut dan mur motor bekas. Jangan pikir kamu bisa merekondisi baut dan mur hanya dengan proses pengamplasan. Komponen motor apapun kalau sudah berkarat sangat wajib untuk diganti. Karat merupakan indikasi keropos pada komponen, dan keropos mampu mengurangi kekuatan komponen. Dengan begini baut dan mur bisa hancur dan melepas komponen motor lainnya di saat yang tidak diinginkan.

Sudah tahu berbagai penyebab kerusakan pada baut dan mur, kamu wajib melakukan perawatan ideal secara keseluruhan pada motormu. Kamu bisa melakukan perawatan sendiri di rumah, maupun pergi ke bengkel service yang lebih profesional. Namun, setidaknya kamu tau informasi dan teori tentang perawatan mur dan baut untuk memantau kondisi kendaraan kamu.

Categories
Produk Pilihan

Alarm Motor & Fakta Yang Masih Sering Salah Persepsi

Alarm motor merupakan salah satu fitur kendaraan yang semakin populer belakangan ini. Meski bukan item esensial, memasang alarm pada motor bisa menjadi pendukung sistem keamanan kendaraan motor kamu. Baik saat di rumah maupun di tempat umum. Cara kerja alarm pada motor juga serupa dengan alarm pada mobil. Selain sebagai fungsi keamanan, alarm juga akan memudahkan menemukan kendaraan di lahan parkir luas. Namun, masih ada banyak orang yang punya persepsi salah akan alarm khusus motor. Simak informasi seputar fakta dan cara perawatan alarm motor berikut ini.

1. Alarm pada Motor Tidak Akan Rusak Meski Terkena Air.

Jika kamu membeli alarm khusus, produk berkualitas dengan harga tinggi sudah dilengkapi dengan teknologi waterproof. Kamu mungkin khawatir ketika mencuci motor dan air masuk dalam komponen. Tak lama setelah mencuci motor, alarm mungkin akan mengeluarkan suara yang aneh seperti rusak. Namun, masalah tersebut hanya terjadi sementara, ketika komponen sudah kering, suara alarm akan kembali normal. Jika suatu hari alarm kamu rusak, terpapar air bukan faktor utama yang akan mempengaruhi kerusakan tersebut.

2. Masalah Aki Motor.

Jangan pernah biarkan aki motor kamu kering. Alarm juga memiliki nama lain yaitu E-lock, dimana difungsikan dengan sumber daya listrik. Oleh karena itu, pastikan aki kamu dalam keadaan baik. Ketika alarm tidak mau bekerja, ada kemungkinan karena tidak ada daya pendukung dari aki. Kamu harus rajin memperhatikan air aki jika kamu menggunakan aki basah. Jika menggunakan aki jenis lain yang free maintenance, seharusnya bisa awet lebih lama.

3. Ganti Baterai Remote Alarm.

Alarm motor dilengkapi juga dengan remote control jarak jauh. Ketika alarm tidak mau merespon, ada kemungkinan karena remote sudah waktunya ganti baterai. Pada umumnya remote E-lock membutuhkan baterai Alkaline tipe A23 yang sangat mudah kamu temukan di toko. Baterai Alkaline merupakan yang paling ideal karena bisa tahan sangat lama. Untuk melihat tanda perlu ganti baterai, remote juga dilengkapi dengan lampu indikator. Ketika lampu mengeluarkan cahaya lemah, tak diragukan lagi kamu harus segera ganti baterai.

4. Alarm dalam Silent Mode.

Ada lagi kemungkinan yang faktor alarm yang tidak mau berbunyi. Ketika alarm tidak berbunyi namun lampu sein menyala saat kamu menekan remote, ada kemungkinan alarm dalam kondisi silent. Kamu hanya perlu memasukan kunci ke kontak maka alarm akan mengeluarkan bunyi, kemudian tekan off pada remote.

5. Hubungi Dealer E-lock Ketika Terjadi Kerusakan Komponen Utama.

Selain berbagai fakta di atas, alarm motor juga tidak lepas dari faktor error pada komponen utama. Misalnya remote terbanting keras, atau motor mengalami tabrakan, kemungkinan tersebut juga mampu merusak alarmmu. Ketika terjadi kerusakan yang tidak bisa kamu tangani atau pahami, setiap E-lock pasti memiliki dealer yang bisa kamu hubungi untuk membantu. Baik memberi arahan hingga memfasilitasi secara teknis pada masalah alarm khusus motor.

Itu tadi berbagai fakta yang perlu kamu ketahui untuk perawatan alarm khusus motormu. Ada banyak cara mengatasi masalah pada alarm yang bisa kamu atasi sendiri. Namun jika ada error yang krusial, kamu selalu bisa menghubungi dealer e-lock yang sudah tersebar di sebagian kota besar di Indonesia. Memasangnya pada motor atau e-lock bisa menambah tingkat keamanan pada motor. Fitur ini juga lebih modern dan praktis. Tak selalu alarm pasang, sudah ada produsen motor yang memproduksi motor dengan e-lock yang bisa kamu andalkan.

Categories
Produk Pilihan

Kunci Pengaman Motor & Cara Memperbaiki kerusakannya

Kunci pengaman motor merupakan salah satu fitur yang esensial pada kendaraan kamu. Setiap motor produksi terbaru pasti memiliki sistem keamanan pada sistem kunci atau shutter lock. Memaksimalkan keamanan otomatis pada motor dimanapun kamu memarkir motor. Namun, fitur keamanan kunci motor kadang-kadang juga bisa bermasalah bahkan rusak. Meski tidak terlalu berpengaruh pada fungsi kendaraan, keamanan kendaraan jadi tidak terjamin lagi. Berikut penjelasan macam-macam skenario kerusakan dan solusi ketika kunci pengaman motor magnet kamu rusak.

1. Cara Kerja Magnet pada Sistem Shutter Lock.

Kamu pasti sudah tahu cara menggunakan shutter lock, namun apa kamu tahu sistematis kerjanya? Pada kunci shutter lock, ada bagian khusus dengan mata magnet. Ketiganya memiliki kutub dan kode otentik untuk bisa membuka sistem kunci motor kamu. Bagian inilah yang paling penting untuk memaksimalkan fungsi kunci pengaman motor magnet.

2. Mata Magnet yang Hilang.

Mata magnet berbentuk bulat pada mata kunci kamu dipasang pada anak kunci dengan lubang pasang dalam cekungan kunci. Karena merupakan dua material yang berbeda dan dipasangkan, maka mata magnet juga bisa lepas dalam situasi tertentu. Misalnya jatuh dari ketinggian atau terbanting terlalu kencang. Sehingga membuat mata magnet lepas dari kunci. Ketika sudah terlepas, sistem shutter lock tidak akan bisa digunakan.

3. Mata Magnet yang Mengalami Keausan.

Ketika motor sudah memiliki usia yang cukup lama, otomatis magnet pada bagian kunci juga mulai berusia. Magnet mampu bekerja dengan baik jika memiliki permukaan yang rata. Jika mengalami lecet dan aus, magnet secara berkala akan jadi tumpul dan cenderung bulat. Dalam kondisi seperti ini, kunci jadi tidak bisa digunakan lagi sistem pengamanannya. Untungnya, resiko kerusakan satu ini jarang terjadi karena usia kunci juga lama. Hanya jika terjadi gesekan tidak terduga yang sangat minim terjadi, baru kunci bisa mengalami kerusakan demikian.

4. Mendapatkan Kunci Baru di Dealer Resmi.

Ketika magnet kunci rusak, sama halnya kunci tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi. Jika kamu membeli motor dalam kondisi baru, kamu pasti mendapat kunci cadangan yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, jika kamu beli motor bekas atau kunci cadangan hilang, maka kamu perlu ganti kunci. Kamu bisa coba kunjungi dealer resmi motor untuk mendapatkan kunci baru atau solusi lain untuk mengatasi kunci motor yang rusak. Meminta tolong pada dealer resmi mungkin akan memakan waktu beberapa hari sampai kamu bisa mendapatkan kunci baru.

5. Service ke Ahli Kunci.

Selain mendapatkan kunci ke dealer baru, kamu juga bisa pergi ke tukang kunci. Sekarang sudah ada tukang kunci yang mampu mengatasi kerusakan pada kunci motor dengan sistem shutter lock. Tukang kunci nantinya akan memasang kombinasi U dan S baru pada anak kunci motor. Proses membetulkan kunci juga seharusnya tidak memakan waktu lama. Alternatif ini sering kali dipilih untuk kebutuhan mendesak. Setelah metode itu dilakukan, maka kunci sudah bisa dipakai lagi. Namun, mungkin masih cukup susah mencari tukang kunci dengan keahlian satu ini.

Itu tadi penjelasan seputar kerusakan kunci pengaman motor shutter lock dan beberapa solusi mudah yang bisa kamu ambil. Penjelasan tersebut spesifik untuk sistem keamanan kunci, jika mengalami kerusakan pada anak kunci, solusi bisa lebih mudah. Kerusakan pada sistem shutter lock motor seharusnya bisa menjadi resiko yang sangat rendah kemungkinan terjadinya. Tetap jaga kunci baik-baik dan gunakan motor dengan bijak.

Categories
Produk Pilihan

Stang Motor yang Penting untuk Diperhatikan

Stang motor merupakan salah satu suku cadang motor esensial pada motor. Sebagai pusat kendali kendaraan, kamu harus memastikan stang selalu dalam keadaan baik. Jangan disepelekan! Sedikit saja kerusakan pada stang bisa mempengaruhi keamanan ketika kamu berkendara. Berkendara dengan aman tidak hanya untuk kamu saja, namun juga pengendara lainnya di jalan raya. Selalu peka dengan keadaan stang motor kamu! Berikut beberapa tanda kerusakan stang pada motor yang perlu kamu ketahui.

1. Kemudi yang Tidak Bisa Dikendalikan dengan Mulus.

Pada stang yang bermasalah, kamu akan merasa tidak nyaman mengemudi karena kemudi jadi sulit dikendalikan. Meski terkadang terasa samar-samar, kamu akan merasakan kemudi tak berbelok ke arah yang kamu kehendaki, justru melawan. Pada tanda-tanda awal, kemudi yang tidak mulus ini akan muncul jarang-jarang, kemudian semakin sering dan bisa membahayakan kamu kapanpun. Oleh karena itu, ketika mulai merasakan kendali yang tidak menurut, harus segera diperiksa potensi kerusakan pada stang motor kamu.

2. Handling Terasa Berat dan Kaku.

Tak hanya susah dikendalikan konfigurasinya yang bermasalah, handling yang terasa berat juga semakin menyusahkan kamu. Ketika kamu hendak bermanuver, handling terasa berat dan kaku, membuat kamu kesulitan dan memberikan respon cepat saat mengendarai motor. Hal ini karena terjadi masalah pada pusat stang. Beberapa kerusakan bisa diperbaiki dengan minyak pelumas, namun ada pula jenis kerusakan yang fatal hingga ke bagian kabel. Dengan begitu kamu harus segera mengganti stang.

3. Menimbulkan Suara Mengganjal.

Ketika stang mulai mengeluarkan suara, berarti ada masalah pada stang kamu. Biasanya stang yang mulai muncul tanda kerusakan akan menimbulkan bunyi bergemeletuk saat sedang melalui medan yang cukup terjal. Begitu pula saat rem, akan ada bunyi rem yang terlalu keras dan tidak wajar. Hal ini karena kedua titik tersebut berat dan kaku. Seperti yang telah disebutkan, stang akan terasa berat, begitu juga pada komponen lain yang menyambung dengan stang pada motor kamu.

4. Pelor Longgar dan Getaran Berlebihan.

Jika stang pada motor tidak pernah mendapatkan perawatan rutin dan mulai rusak, maka akan terjadi keausan pada bagian pelor bearing. Hal ini akan membuat pelor menjadi longgar seiring berjalannya waktu jika dibiarkan saja. Akan semakin fatal ketika pelor terlalu longgar dan lepas, stang jadi semakin tidak stabil dan mempengaruhi konfigurasi pengendalian kemudi. Pelor yang mulai rusak lah yang menjadi alasan stang kamu jadi susah dikendalikan, oleh karena itu harus segera diganti ketika mulai merasakan gejala tersebut.

5. Rem Tidak Berfungsi dengan Baik.

Rem merupakan komponen utama yang kamu butuhkan dengan keamanan berkendara. Pada awalnya, rem mungkin terasa tidak cakram lagi, namun masih bisa berhenti dengan durasi yang memakan beberapa detik. Jangan disepelekan, rem harus selalu dalam keadaan cakram untuk kemungkinan terburuk saat kamu berkendara. Ketika rem mulai tidak cakram, hal itu juga merupakan gejala kerusakan stang pada motor.

Itu tadi berbagai cara untuk mengidentifikasi kerusakan pada stang motor kamu. Stang merupakan salah satu suku cadang yang harus diperhatikan performanya. Ketika mulai mengalami gejala masalah atau kerusakan, kamu harus segera tanggap untuk memperbaiki. Hindari menggunakan motor dengan stang bermasalah untuk berkendara sementara. Apalagi untuk perjalanan antar kota di jalan raya. Selalu perhatikan kondisi komponen esensial pada motormu, semoga informasi ini bermanfaat!