Categories
Produk Pilihan

Baut Motor & Kesalahan Yang Sering Dilakukan

Setiap komponen yang ada di dalam motor memiliki fungsinya masing-masing. Hilangnya satu komponen saja bisa membuat motor nggak bisa bekerja dengan optimal. Baut, menjadi salah satu komponen kecil yang ada di dalam motor. Meski kecil, baut memiliki fungsi yang sangatlah penting. Di mana perannya dibutuhkan untuk saling mengaitkan dua komponen motor yang ada. Sayangnya, banyak orang yang sering melakukan kesalahan saat membongkar pasang baut sehingga membuatnya mudah saja. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan pengendara motor.

  1. Sering Dibongkar Pasang

Saat akan melakukan perbaikan pada komponen motor, kamu tentu perlu membongkar pasang baut motor. Hal ini bisa jadi salah satu pemicu mengapa baut nggak awet. Pasalnya, terlalu sering membongkar pasang akan membuat baut mudah mengalami aus. Bukan hanya itu saja, kesalahan dalam pemasangan baut juga bisa membuat baut susah untuk kembali dipasangkan. Sekalipun bisa terpasang, kamu akan kesulitan dalam mengencangkan baut dengan sempurna.

  1. Nggak Sempurna Memasang Baut

Membiarkan baut nggak terpasang dengan sempurna juga merupakan kesalahan yang sering dilakukan. Saat motor sudah dinyalakan, getaran yang diberikan bisa membuat baut tersebut semakin longgar saja. Jika hal ini sampai terjadi, bukan nggak mungkin komponen kendaraan kamu akan mengalami kerusakan. Kemungkinan terburuk lainnya, baut yang nggak terpasang sempurna juga bisa menyebabkan sebuah kecelakaan, lho. Kamu nggak inginkan hal ini terjadi hanya karena baut nggak terpasang sempurna.

  1. Jangan Kencangkan Baut Terlalu Keras

Meski kamu harus memastikan baut terpasang dengan sempurna dan nggak longgar, namun bukan berarti kamu harus mengencangkan baut dengan terlalu keras, ya. Pasalnya, terlalu keras mengencangkan baut juga bisa menyebabkan terjadinya kerusakan, lho. Nggak cuma kerusakan pada baut namun juga kerusakan pada komponen motor yang lain.

Salah kerusakan yang disebabkan oleh hal ini yakni kepala baut menjadi mudah aus. Perlu diingat, setiap bait memiliki tingkat kekencangan yang berbeda-beda. Sehingga kamu perlu terlebih dahulu mengetahui tingkat kekencangan baut yang dimiliki. Tingkat kekencangan baut yang diperlukan tergantung dari ukuran serta material dari baut itu sendiri. Di mana baut berbahan besi dan berbahan alumunium memiliki tingkat kekencangan yang berbeda.

  1. Menggunakan Alat yang Salah

Mengencangkan baut nggak boleh dilakukan sembarangan. Kamu harus mengencangkannya menggunakan alat yang benar. Bahkan, beberapa baut hanya bisa dikencangkan dengan kunci torsi saja. Dengan menggunakan kunci torsi ini, baut baru bisa mengencang dengan sempurna. Jika kamu asal-asalan dalam mengencangkan baut dan berujung baut tak terpasang sempurna, hal ini bisa membuat oli mesin mudah luber. Jika dibiarkan, kondisi ini akan membuat mesin kendaraan nggak bekerja dengan optimal.

  1. Bongkar Pasang Baut dalam Kondisi Mesin Menyala

Jika kamu memiliki kebiasaan melakukan bongkar pasang baut dalam kondisi mesin menyala, kamu perlu menghilangkan kebiasaan yang satu ini. Pasalnya, kondisi motor yang panas bisa membuat ulir baut mudah rusak. Di mana kamu akan merasa sangat kesulitan setiap kali harus mengencangkan baut. Agar hal ini nggak terjadi, pastikan mesin kendaraan dalam kondisi mati sebelum kamu melakukan bongkar pasang baut.

Diantara beberapa kebiasaan yang telah disebutkan di atas, adakah yang sering kamu lakukan? Jika iya, pastikan kamu segera menghilangkan kebiasaan buruk ini jika tak ingin baut mudah rusak. Namun, apa bila kenyataannya baut sudah benar-benar rusak dan nggak bisa mengencang dengan sempurna, sebaiknya kamu segera mengganti baut tersebut dengan yang baru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *